Tempat Terapi Wicara di Jakarta Pusat

Tempat Terapi Wicara di JakartaAMG Clinic Tempat Terapi Wicara di Jakarta Pusat hubungi 0851 0140 3939

Semua orang tua tentu menginginkan anaknya dapat membaca,menulis atau berbicara  dengan lancar, tetapi jika di antara para orang tua yang menemukan anaknya kesulitan untuk membaca, jangan dulu memarahinya karena bisa saja anak anda menderita gangguan yang disebut disleksia. Disleksia sendiri merupakan kelainan yang mengakibatkan si anak kesulitan dalam mengolah atau mengeja kata-kata. Menurut ahli , disleksia adalah kelainan yang mengakibatkan anak sulit untuk mengenali kata-kata, kalimat bahkan  sulit juga untuk mengeja dan kurang akurat dalam mengenal simbol-simbol.

Tempat terapi wicara di Jakarta Pusat dan sekitarnya  biasanya mempunyai metode untuk menangani anak dengan disleksia agar dapat membaca dan memahami kata-kata secara normal,karena sebenarnya anak-anak dengan disleksia tidak berbeda sama sekali dengan anak-anak normal bahkan bisa lebih pandai dari anak-anak normal, asal di beri perlakuan dan penangan khusus mulai dari orang tua dan para terapis di tempat terapi. Dikarenakan disleksia tidak bisa disembuhkan, hanya bisa di minimalisirkan dengan penanganan yang khusus.

Disleksia ini ada dua  jenis, yaitu :

  • Developmental Dyslexia yang berarti disleksia bawaan sejak lahir, namun anak-anak dengan penyandang disleksia bisa di atasi dengan penanganan khusus sehingga hambatan yang mereka rasakan bisa di minimalisir.
  • Acquired Dyslexia merupakan disleksia yang terjadi saat penyandang disleksia sudah beranjak besar kemudian mengalami cedera pada otak kiri sehingga mengalami disleksia.

Masalah yang umum di derita penyandang disleksia adalah kesulitan dalam membaca yang dapat mempengaruhi daerah kognisi seperti daya ingat, kecepatan pemrosesan input dan kesulitan kemampuan pengendalian gerak.

Secara spesifik penderita disleksia mengalami masalah seperti berikut :

  • Masalah pelafalan kata atau di sebut juga fonologi, biasanya penyandang disleksia susah membedakan kalimat yang hampir sama penyebutannya seperti “paku dan palu”
  • Masalah mengingat perkataan
  • Masalah penyusunan yang berurutan seperti mengurutkan sususan jumlah bulan dalam satu tahun
  • Masalah ingatan jangka pendek seperti misalnya saat sang ibu memerintahkan anaknya untuk merapihkan tempat tidurnya, siapkan buku-buku sekolahnya lalu mandi dan sarapan, mungkiin bagi anak normal itu terlihat mudah, tapi bagi peyandang disleksia, mereka tidak bisa melakukan semuanya sekaligus dengan satu kali perintah.
  • Masalah pemahaman